{"id":2186,"date":"2025-08-21T14:00:08","date_gmt":"2025-08-21T07:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/dazo.id\/blog\/?p=2186"},"modified":"2025-10-10T09:23:19","modified_gmt":"2025-10-10T02:23:19","slug":"mengatasi-rojali-rohana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dazo.id\/blog\/ecommerce\/mengatasi-rojali-rohana\/","title":{"rendered":"Mengatasi Rojali Rohana agar Bisnis Online Lebih Untung"},"content":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda menemui calon pelanggan yang hanya suka lihat-lihat tanpa niat membeli? Dalam dunia <em>e-commerce<\/em> dan ritel, fenomena ini dikenal dengan istilah \u201cRojali\u201d (rombongan jarang beli) dan \u201cRohana\u201d (rombongan nanya-nanya). Kedengarannya sepele namun jika dibiarkan, perilaku ini bisa menyedot waktu, tenaga, bahkan mengganggu produktivitas tim customer service bahkan berdampak kepada penjualan bisnis. Lalu, bagaimana cara mengatasi \u201cRojali dan Rohana\u201d agar mereka tidak sekadar lewat namun benar-benar mampu menjadi seorang pelanggan?<\/p>\n<h2><strong>Mengenal &#8216;Rojali &amp; Rohana&#8217; di Dunia Nyata dan E-commerce<\/strong><\/h2>\n<p>Istilah <strong>Rojali dan Rohana<\/strong> awalnya populer dikehidupan sehari-hari untuk menyebut orang yang suka jalan-jalan di pusat perbelanjaan atau pasar, sekedar melihat-lihat atau hanya bertanya harga, tanpa melakukan transaksi. Di dunia <em>e-commerce,<\/em> fenomena ini muncul dalam bentuk:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li>Calon pembeli yang hanya mengisi keranjang tetapi tidak pernah checkout.<\/li>\n<li>Konsumen yang rajin bertanya detail produk, membandingkan harga, lalu menghilang.<\/li>\n<li>Pengunjung website atau marketplace yang tinggi, tetapi konversi penjualannya rendah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Bila ditarik lebih jauh, Rojali &amp; Rohana sebenarnya masih prospek potensial. Mereka punya minat, tetapi belum menemukan alasan kuat untuk membeli.<\/p>\n<h2><strong>Fenomena dan Relevansinya di Dunia E-commerce<\/strong><\/h2>\n<p>Menurut laporan <em data-start=\"1004\" data-end=\"1028\">Digital 2023 Indonesia<\/em> oleh We Are Social &amp; DataReportal, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 212,9 juta. Beberapa diskusi komunitas juga menunjukkan tren yang lebih tinggi di Asia-Pasifik, mencapai sekitar 76,3% berdasarkan pengalaman <em>e-commerce<\/em> regional<\/p>\n<p>Fenomena Rojali maupun Rohana bukan sekadar cerita lucu, tetapi <strong>realitas yang memengaruhi revenue bisnis online<\/strong>. Jika tidak diantisipasi, bisnis bisa kehilangan peluang konversi yang besar.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/ecommerce\/transisi-marketplace-ke-toko-online\/\"><strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Marketplace Bikin Tergerus? Saatnya Punya Toko Online Sendiri<\/span><\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><strong>Mengapa &#8216;Rojali dan Rohana&#8217; Online Muncul? Memahami Akar Masalah<\/strong><\/h2>\n<p>Ada beberapa alasan mengapa Rojali &amp; Rohana sering muncul di platform online:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li><strong>Kurangnya Kepercayaan<br \/>\n<\/strong>Banyak calon pembeli masih ragu soal kualitas produk, keamanan transaksi, atau reputasi penjual.<\/li>\n<li><strong>Harga dan Kompetisi<br \/>\n<\/strong>Konsumen online punya kebiasaan membandingkan harga. Jika menemukan yang lebih murah atau ada promo di toko lain, mereka berpindah.<\/li>\n<li><strong>Kurangnya Engagement<br \/>\n<\/strong>Respons lambat, informasi yang tidak jelas, atau layanan yang kaku bisa membuat calon pembeli kehilangan minat.<\/li>\n<li><strong>Belum Ada Urgensi untuk Membeli<br \/>\n<\/strong>Beberapa calon pembeli hanya iseng, menunggu diskon, atau sekadar mengoleksi wishlist.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Memahami akar masalah ini menjadi kunci untuk menyusun strategi mengubah mereka menjadi pembeli aktif.<\/p>\n<h2><strong>Solusi Terintegrasi untuk Bisnis Anda? Dazo Jawabannya!<\/strong><\/h2>\n<p>Menghadapi Rojali &amp; Rohana bukan berarti menyerah pada \u201cghosting\u201d pelanggan. Justru, ini saatnya bisnis memanfaatkan teknologi cerdas untuk <strong>mendorong engagement yang lebih efektif<\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Dazo<\/strong>, sebuah aplikasi <strong><a href=\"https:\/\/dazo.id\/ai-chat\/\">AI Chatbot<\/a> yang dapat terintegrasi dengan WhatsApp<\/strong>, hadir sebagai solusi terintegrasi yang bisa membantu:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li><strong>Respon Otomatis 24\/7<\/strong><br \/>\nPertanyaan calon pembeli dijawab cepat, mengurangi risiko hilangnya minat.<\/li>\n<li><strong>Personalisasi Pesan<\/strong><br \/>\nCalon pelanggan merasa diperhatikan dengan sapaan sesuai nama atau riwayat interaksi.<\/li>\n<li><strong>Follow Up Otomatis<\/strong><br \/>\nPengingat checkout bagi yang meninggalkan keranjang belanja.<\/li>\n<li><strong>Integrasi CRM<\/strong><br \/>\nSemua percakapan dan data pelanggan tercatat, sehingga strategi penjualan bisa lebih tepat sasaran.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan sistem ini, potensi Rojali &amp; Rohana tidak berhenti hanya pada interaksi awal, tetapi diarahkan menuju transaksi sesungguhnya.<\/p>\n<h2><strong>Cara Brand Besar Mengatasi Fenomena Rojali dan Rohana<\/strong><\/h2>\n<h3 class=\"text-xl font-bold text-text-100 mt-1 -mb-0.5\"><strong>Menyediakan Inovasi pada Pengalaman Interaktif<\/strong><\/h3>\n<p class=\"whitespace-normal break-words\">Pengelola pusat perbelanjaan mulai membuat area interaktif yang tetap menghasilkan transaksi, seperti<em> photo booth<\/em> berbayar atau minigames berhadiah. Pihak mall-mall besar menciptakan engagement melalui:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\"><strong>Experience Marketing<\/strong>: Pop-up stores dengan aktivitas menarik<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\"><strong>Gamifikasi<\/strong>: Program reward dan loyalty dengan elemen game<\/li>\n<li class=\"whitespace-normal break-words\"><strong>Interactive Displays<\/strong>: Teknologi AR\/VR untuk product trial<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 class=\"text-xl font-bold text-text-100 mt-1 -mb-0.5\"><strong>Optimalisasi Value Proposition<\/strong><\/h3>\n<p class=\"whitespace-normal break-words\">Sejumlah brand besar berokus pada efisiensi operasional yang mampu menekan biaya untuk menawarkan harga kompetitif. Mereka juga melakukan <em>product bundling<\/em> untuk paket produk dengan memiliki nilai lebih . Ada juga yang menyediakan keuntungan eksklusif bagi member <em>privileges<\/em> dan <em>early access<\/em><\/p>\n<h3 class=\"text-xl font-bold text-text-100 mt-1 -mb-0.5\"><strong>Strategi Adaptasi Unilever Indonesia<\/strong><\/h3>\n<p class=\"whitespace-normal break-words\">Jika melihat lebih jauh, brand seperti Unilever Indonesia menghadapi tantangan daya beli yang menurun karena brand tersebut sangat bergantung pada sektor retail. Namun dengan strategi khusus yang mencakup optimisasi portofolio yang berfokus pada produk penting dan menjadi kebutuhan sehari-hari, menerapkan <em>pricing strategy<\/em> dengan menyesuaikan harga dan kemasan sesuai dengan daya beli masyarakat, serta melakukan inovasi pada <em>pipeline<\/em> dengan mengeluarkan produk baru yang sesuai kebutuhan masa kini maka mereka mampu beradaptasi dengan adanya fenomena ini.<\/p>\n<h3 class=\"whitespace-normal break-words\"><strong>Transformasi Digital\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p class=\"whitespace-normal break-words\">Brand besar juga mempercepat transformasi digital dengan melakukan sejumlah aksi seperti integrasi <em>e-commerce <\/em>untuk memperkuat memperluas jangkauan produk\u00a0 di marketplace, melakukan <em>direct-to-consumer<\/em> (D2C) dengan tetap menyediakan channel penjualan langsung (toko retail), dan untuk mempermudah mengambil keputusan menggunakan software data analitik terutama dalam memahami pola perilaku konsumen Rojali\/Rohana.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/digital-transformation\/software-database-pelanggan\/\"><strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Software Database Pelanggan, Mudahkan Manajemen Data di Bisnis<\/span><\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2 class=\"text-xl font-bold text-text-100 mt-1 -mb-0.5\"><strong>Flexible Business Model<\/strong><\/h2>\n<p class=\"whitespace-normal break-words\">Menghadapi penurunan daya beli masyarakat, sejumlah brand besar melakukan adaptasi model bisnis dengan menerapkan beberapa pola menjadi subscription models yaitu menyediakan sistem berlangganan untuk produk rutin, menjalankan sistem <em>rent-to-own<\/em> terutama untuk model sewa-beli produk produk mahal, ataupun melakukan sistem integrasi marketplace\u00a0 yang dapat hadir diberbagai platform sekaligus.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/bisnis\/integrasi-crm-dengan-sistem-order\/\"><strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Integrasi CRM dengan Sistem Order, Permudah Layanan Bisnis<\/span><\/strong><\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2><strong>Strategi bagi UMKM untuk Mengubah &#8216;Rojali dan Rohana&#8217;\u00a0 Menjadi Pelanggan Setia<\/strong><\/h2>\n<p>Selain menggunakan teknologi pendukung, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ol>\n<li><strong>Bangun Kepercayaan Sejak Awal<br \/>\n<\/strong>Tampilkan testimoni, ulasan pelanggan, serta jaminan keamanan transaksi. Transparansi meningkatkan keyakinan calon pembeli.<\/li>\n<li><strong>Tawarkan Promo atau Insentif<br \/>\n<\/strong>Diskon terbatas, gratis ongkir, atau bonus pembelian pertama dapat memicu urgensi untuk segera membeli.<\/li>\n<li><strong>Optimalkan Komunikasi<br \/>\nGunakan<\/strong> <strong>AI chatbot seperti Dazo<\/strong> untuk memberikan informasi yang cepat, akurat, dan ramah. Calon pelanggan yang merasa dihargai lebih mudah dikonversi.<\/li>\n<li><strong>Lakukan Edukasi Produk<br \/>\n<\/strong>Konten berupa tips, artikel, atau video bisa membantu calon pelanggan memahami manfaat produk, bukan hanya fitur.<\/li>\n<li><strong>Retargeting dan Remarketing<br \/>\n<\/strong>Ingatkan kembali melalui WhatsApp Notification atau email kepada mereka yang meninggalkan keranjang atau sekadar bertanya.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"http:\/\/wa.me\/6282299993245\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-402 size-large\" src=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/1-1024x144.png\" alt=\"banner promosi dazo 3\" width=\"1024\" height=\"144\" \/><\/a><\/p>\n<h2><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"5105\" data-end=\"5401\">Rojali maupun Rohana bukan musuh, mereka adalah sinyal bahwa proses penjualan belum optimal. Dengan langkah terstruktur, membangun kepercayaan, menyederhanakan pengalaman, dan menerapkan otomasi pintar Anda dapat mengubah pengunjung yang sekadar melihat menjadi pelanggan yang membeli dan kembali lagi.<\/p>\n<p data-start=\"5403\" data-end=\"5777\">Jika Anda ingin solusi yang mengkombinasikan toko online,\u00a0 yang memiliki fitur katalog rapi, notifikasi otomatis, dan pengelolaan pelanggan terintegrasi, <a href=\"https:\/\/dazo.id\/\"><strong data-start=\"5536\" data-end=\"5544\">Dazo<\/strong><\/a> menawarkan <strong>aplikasi<\/strong> <strong data-start=\"5565\" data-end=\"5580\">Toko Online<\/strong> yang dirancang untuk membantu UMKM mengelola penjualan dan interaksi pelanggan secara lebih efisien. Dengan alat yang tepat, Rojali dan Rohana bukan lagi hambatan, melainkan kesempatan untuk tumbuh.<\/p>\n<h2 data-start=\"5403\" data-end=\"5777\">Referensi<\/h2>\n<p><em>\u00a0Hootsuite (We are Social): Data Digital Indonesia 2025, 2025 (Andi.link)<\/em><\/p>\n<p><em><span class=\"inline-flex\" data-state=\"closed\"><span class=\"relative transition-colors h-full max-w-[180px] overflow-hidden px-1.5 inline-flex items-center font-small rounded-full border-0.5 border-border-300 bg-bg-200 group-hover\/tag:bg-accent-secondary-900 group-hover\/tag:border-accent-secondary-100\/60\"><span class=\"text-nowrap text-text-300 break-all truncate font-normal group-hover\/tag:text-text-200\">In This Economy, Rojali dan Rohana Berkumpul di Mal, 2025 (finance.detik.com)<\/span><\/span><\/span><\/em><\/p>\n<p><span class=\"inline-flex\" data-state=\"closed\"><span class=\"relative transition-colors h-full max-w-[180px] overflow-hidden px-1.5 inline-flex items-center font-small rounded-full border-0.5 border-border-300 bg-bg-200 group-hover\/tag:bg-accent-secondary-900 group-hover\/tag:border-accent-secondary-100\/60\"><span class=\"text-nowrap text-text-300 break-all truncate font-normal group-hover\/tag:text-text-200\"><em>Mendag Kenalkan &#8216;Senjata&#8217; Ampuh Ini agar Rojali-Rohana Belanja, 2025 (CNBC Indonesia.com)<\/em><br \/>\n<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><!-- notionvc: ee617368-7b53-403f-9955-5d0250d3dc14 --><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda menemui calon pelanggan yang hanya suka lihat-lihat tanpa niat membeli? Dalam dunia e-commerce dan ritel, fenomena ini dikenal dengan istilah \u201cRojali\u201d (rombongan jarang beli) dan \u201cRohana\u201d (rombongan nanya-nanya). Kedengarannya sepele namun jika dibiarkan, perilaku ini bisa menyedot waktu, tenaga, bahkan mengganggu produktivitas tim customer service bahkan berdampak kepada penjualan bisnis. Lalu, bagaimana cara &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/ecommerce\/mengatasi-rojali-rohana\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Mengatasi Rojali Rohana agar Bisnis Online Lebih Untung&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[331,329,330,328],"class_list":["post-2186","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ecommerce","tag-cara-menghadapi-rojali-di-toko-online","tag-dampak-customer-rojali-rohana-pada-umkm","tag-faktor-calon-pembeli-tidak-jadi-membeli","tag-fenomena-rojali-rohana"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-scaled.webp",2560,1067,false],"landscape":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-scaled.webp",2560,1067,false],"portraits":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-scaled.webp",2560,1067,false],"thumbnail":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-300x125.webp",300,125,true],"large":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-1024x427.webp",525,219,true],"1536x1536":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-1536x640.webp",1536,640,true],"2048x2048":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-2048x853.webp",2048,853,true],"twentyseventeen-featured-image":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-2000x1200.webp",2000,1200,true],"twentyseventeen-thumbnail-avatar":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/106-100x100.webp",100,100,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Kanya T","author_link":"https:\/\/dazo.id\/blog\/author\/kanya\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/ecommerce\/\" rel=\"category tag\">Ecommerce<\/a>","rttpg_excerpt":"Pernahkah Anda menemui calon pelanggan yang hanya suka lihat-lihat tanpa niat membeli? Dalam dunia e-commerce dan ritel, fenomena ini dikenal dengan istilah \u201cRojali\u201d (rombongan jarang beli) dan \u201cRohana\u201d (rombongan nanya-nanya). Kedengarannya sepele namun jika dibiarkan, perilaku ini bisa menyedot waktu, tenaga, bahkan mengganggu produktivitas tim customer service bahkan berdampak kepada penjualan bisnis. Lalu, bagaimana cara&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2186","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2186"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2186\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2624,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2186\/revisions\/2624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}