{"id":3420,"date":"2026-02-11T14:00:57","date_gmt":"2026-02-11T07:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/dazo.id\/blog\/?p=3420"},"modified":"2026-02-11T11:56:49","modified_gmt":"2026-02-11T04:56:49","slug":"customer-intelligence","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dazo.id\/blog\/chatbot\/customer-intelligence\/","title":{"rendered":"Customer Intelligence: Cara Cerdas Pahami Keinginan Pasar"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"276\" data-end=\"595\">\u00a0Di tahun 2026, menebak tren hanya berdasarkan intuisi adalah risiko besar. Pasar bergerak terlalu cepat, dan pelanggan sudah memberi sinyal jelas setiap hari melalui chat, terutama di WhatsApp. Jika bisnis Anda masih mengandalkan laporan bulanan atau survei sesekali, ada jarak waktu yang berbahaya jika didiamkan begitu saja antara apa yang pelanggan rasakan dan keputusan yang akan diambil.<\/p>\n<p data-start=\"597\" data-end=\"923\">Nyatanya masih banyak bisnis yang belum mampu mengubah percakapan menjadi keputusan strategis. Disinilah <em>customer intelligence<\/em> berperan. Bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi memahami perilaku, emosi, dan kebutuhan pelanggan secara <em>real-time<\/em> langsung dari interaksi yang datang. <em>Intelligence<\/em> tidak lagi datang dari spreadsheet lama, melainkan dari apa yang pelanggan katakan hari ini. Inilah fondasi bagi bisnis yang ingin bergerak cepat dan tetap relevan.<\/p>\n<p>Pelajari selengkapnya bagaimana mengubah data chat menjadi sebuah keputusan bisnis yang tajam pada ulasan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/\"><strong>Dazo blog<\/strong><\/a> dibawah ini!<\/p>\n<p data-start=\"597\" data-end=\"923\"><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282299993245?utm_source=blog_dazo_id&amp;utm_medium=banner_artikelEF&amp;utm_campaign=lead_november25&amp;utm_content=click_banner2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2882 size-full\" src=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Efficiency-AI.png\" alt=\"Banner Campaign Nov 2 2025\" width=\"1231\" height=\"173\" srcset=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Efficiency-AI.png 1231w, https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Efficiency-AI-300x42.png 300w, https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Efficiency-AI-1024x144.png 1024w, https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Efficiency-AI-768x108.png 768w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><\/p>\n<h2 data-start=\"1055\" data-end=\"1117\"><strong>3 Sumber Data <em>Customer Intelligence<\/em> yang Sering Terlewatkan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1119\" data-end=\"1333\">Banyak perusahaan fokus pada data laporan penjualan bulanan. Padahal, data paling jujur justru muncul saat pelanggan berbicara langsung. Percakapan harian ini justru memberikan pemahaman cara pandang customer terhadap bisnis yang mungkin sering luput dari laporan data atau rapat bulanan pada umumnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"1335\" data-end=\"1358\"><strong>Sentimen Percakapan<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1197\" data-end=\"1558\">Nada bicara pelanggan sering kali lebih jujur daripada jawaban survei. Apakah mereka terdengar antusias, ragu, atau frustrasi? Dengan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/bisnis\/analisa-sentimen\/\"><strong>a<\/strong><strong data-start=\"1331\" data-end=\"1351\">nalisa sentimen<\/strong><\/a>, bisnis bisa memahami emosi di balik kalimat singkat seperti \u201cOke, saya pikir-pikir dulu\u201d atau \u201cKok lama ya responnya?\u201d. Insight ini penting untuk \u00a0memudahkan bisnis dalam mengklasifikasikan emosi pelanggan secara otomatis. Misalnya menentukan respon, prioritas, dan bahkan perbaikan layanan.<\/p>\n<p data-start=\"1606\" data-end=\"1824\">Analisis sentimen pelanggan terhadap komentar, ulasan, dan umpan balik dapat membantu meningkatkan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/digital-transformation\/churn-rate\/\"><strong>akurasi prediksi churn<\/strong><\/a> secara signifikan. Penelitian (Ejaz, 2024)\u00a0 menunjukkan bahwa model yang memasukkan data sentimen mencapai akurasi lebih tinggi dibanding model tradisional tanpa data sentimen, sehingga membantu deteksi pelanggan yang berisiko berhenti lebih efektif.\u00a0Data yang sangat bernilai untuk strategi retensi pelanggan. Bisnis dapat bertindak sebelum masalah membesar.<\/p>\n<h3 data-start=\"1826\" data-end=\"1844\"><strong>Pola Pembelian<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1581\" data-end=\"1893\"><em>Customer intelligence<\/em> bukan hanya soal siapa membeli apa, tetapi <strong>bagaimana pola pembeliannya?<\/strong>\u00a0Melalui chat bisnis dapat memahami &#8220;kebiasaan lain&#8221; customer dalam berbelanja yang tidak tercatat di invoice. Produk apa yang sering dibeli bersamaan? Kapan pelanggan cenderung <em>repeat order<\/em>? Korelasi data seperti ini baru terlihat jelas jika transaksi terhubung dengan data real-time, bukan dicatat terpisah dibanyak sistem.<\/p>\n<p data-start=\"2080\" data-end=\"2300\">Menurut McKinsey, organisasi yang memanfaatkan data perilaku konsumen secara real-time untuk mempersonalisasi interaksi pelanggan dapat melihat peningkatan pendapatan dan retensi sekitar 10 %\u201330 % dibanding mereka yang tidak menggunakan data real-time, karena personalisasi yang tepat meningkatkan relevansi penawaran dan keputusan pembelian.\u00a0Pola ini menjadi dasar <em>data-driven marketing<\/em> yang efektif. Keputusan promosi pun lebih tepat sasaran.<\/p>\n<h3 data-start=\"2302\" data-end=\"2324\"><strong>Hambatan Transaksi<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1920\" data-end=\"2219\">Setiap chat yang berhenti tiba-tiba menyimpan petunjuk. Apakah pelanggan berhenti setelah harga disebutkan? setelah ongkir muncul? atau ternyata produknya tidak sesuai ekspektasi mereka? Umumnya pelanggan berhenti membalas karena ragu, bingung, atau butuh dorongan. Insight ini muncul jelas dalam histori chat.<\/p>\n<p data-start=\"1920\" data-end=\"2219\">Maka dengan pendekatan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/bisnis\/sales-intelligence\/\"><strong>sales intelligence<\/strong><\/a>, &#8220;titik-titik macet&#8221; ini bisa dipetakan untuk memperbaiki alur penjualan, bukan sekadar menyalahkan \u201cpelanggan kurang niat\u201d. Hasilnya?\u00a0 peningkatan<em> conversion rate <\/em>tanpa menambah biaya iklan. Karena data berbicara lebih jujur daripada asumsi.<\/p>\n<h2 data-start=\"2742\" data-end=\"2792\"><strong>Mengubah Data Menjadi Keuntungan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2794\" data-end=\"2976\"><em>Customer intelligence<\/em> baru bernilai jika menghasilkan sebuah aksi. Data tanpa aksi hanyalah arsip digital. Pendekatan saat ini harusnya tidak berhenti pada hasil di <em>dashboard<\/em>. Sistem harus mampu memberi rekomendasi dan menjalankan tindakan secara otomatis. Misalnya:<\/p>\n<h3 data-start=\"2978\" data-end=\"2995\"><strong>Prediksi Tren<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2433\" data-end=\"2693\">Dengan AI, lonjakan minat terhadap kategori tertentu bisa terdeteksi lebih awal. Sering terlewat bahwa peningkatan minat justru muncul berminggu-minggu sebelum tren terlihat di laporan penjualan. Misalnya, meningkatnya pertanyaan tentang produk hampers menjelang lebaran atau hari raya natal, selain itu ada juga pertanyaan terkait layanan express delivery. Sistem tidak menunggu laporan akhir bulan, tetapi memberi sinyal saat pola mulai terbentuk.<\/p>\n<p data-start=\"2997\" data-end=\"3221\">Harvard Business Review menyebut pendekatan ini sebagai early demand signal. Bisnis dapat menyesuaikan stok dan menjadwalkan <em>campaign seasonal<\/em> lebih dahulu dibanding kompetitor. Sehingga minimalisir risiko kehabisan produk atau kehilangan peluang <em>revenue<\/em> dapat ditekan. Keputusan berbasis data real-time selalu lebih unggul.<\/p>\n<h3 data-start=\"3374\" data-end=\"3398\"><strong>Personalisasi Massal<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3400\" data-end=\"3593\">Setiap pelanggan ingin dipahami secara personal. <em>Customer intelligence<\/em> memungkinkan pengiriman penawaran relevan berdasarkan riwayat chat. Proses ini berjalan otomatis tanpa mengorbankan skala.<\/p>\n<p data-start=\"3595\" data-end=\"3809\">Accenture melaporkan 91 persen konsumen lebih loyal pada brand yang menawarkan personalisasi relevan. Data percakapan menjadi bahan bakar utama strategi ini. Hasilnya adalah peningkatan engagement dan repeat order.<\/p>\n<p data-start=\"2722\" data-end=\"3024\"><em>Customer intelligence<\/em> memungkinkan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/digital-transformation\/customer-data-platform\/\"><strong data-start=\"2757\" data-end=\"2782\">data-driven marketing<\/strong><\/a> yang relevan tanpa terasa invasif. Berdasarkan riwayat chat dan pembelian, bisnis bisa mengirimkan penawaran yang tepat ke ribuan pelanggan sekaligus, tanpa terdengar seperti spam massal. Setiap pesan terasa personal karena konteksnya benar.<\/p>\n<h3 data-start=\"3811\" data-end=\"3835\"><strong>Optimasi Operasional<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3053\" data-end=\"3314\">Insight pelanggan juga berdampak ke internal. Jam sibuk saat banyak chat masuk yang terdeteksi sistem dapat digunakan untuk mengatur jadwal admin secara efisien dan distribusi beban kerja melalui <a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/chatbot\/whatsapp-multi-agent\/\"><strong data-start=\"3216\" data-end=\"3240\">WhatsApp multi agent<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p data-start=\"3053\" data-end=\"3314\">Hasilnya, respon lebih cepat tanpa harus menambah tim secara berlebihan. Tim menjadi lebih responsif tanpa lembur. Pengalaman pelanggan tetap konsisten. Serta efisiensi operasional meningkat secara terukur.<\/p>\n<h2 data-start=\"4174\" data-end=\"4217\"><strong><em>Customer Intelligence<\/em> vs CRM Tradisional<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"3361\" data-end=\"3477\">Banyak decision maker mengira <em>customer intelligence<\/em> sama dengan CRM. Padahal, keduanya berada dilevel yang berbeda.<\/p>\n<p data-start=\"3479\" data-end=\"3687\">CRM berfokus mencatat <strong data-start=\"3510\" data-end=\"3557\">siapa pelanggan dan kapan transaksi terjadi<\/strong>. Sementara itu, <em>customer intelligence<\/em> berusaha memahami <strong data-start=\"3614\" data-end=\"3686\">mengapa pelanggan bertindak dan bagaimana cara mereka mengambil keputusan<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"3689\" data-end=\"3969\">Peran<a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/chatbot\/conversational-ai-agent\/\"> <strong>conversational AI agent<\/strong><\/a> menjadi krusial ditahap ini. Agen AI tidak hanya melayani pelanggan, tetapi juga menjadi pengumpul data kontekstual secara otomatis. Setiap pertanyaan, keberatan, hingga respons emosional menjadi input berharga yang diolah menjadi insight siap pakai. Insight yang dihasilkan bersifat hidup dan terus diperbarui.<\/p>\n<h2 data-start=\"3971\" data-end=\"4022\"><strong>Strategi Retensi Pelanggan Berbasis Intelligence<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"4024\" data-end=\"4171\">Retensi pelanggan tidak lagi efektif jika hanya mengandalkan diskon berulang. Dengan <em>customer<\/em> <em>intelligence,<\/em> strategi retensi menjadi lebih presisi. Bisnis dapat mengidentifikasi pelanggan yang mulai jarang berinteraksi, memahami alasan dibalik penurunan engagement, lalu mengaktifkan pendekatan yang lebih empatik dan relevan. Retensi bukan lagi reaksi terlambat, melainkan tindakan preventif berbasis data.<\/p>\n<h2 data-start=\"4676\" data-end=\"4719\"><strong>Membantu Anda Menjadi Bisnis yang \u201cPeka\u201d<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"4480\" data-end=\"4761\"><em>Customer intelligence<\/em> pada akhirnya membuat bisnis lebih peka terhadap perubahan kecil yang berdampak besar.\u00a0 <strong>Dazo<\/strong> memposisikan diri bukan sekadar sebagai platform pencatat data, tetapi sebagai sistem yang membantu tim sales dan manajemen mengambil keputusan lebih cepat dan akurat. Rekomendasi berbasis data mengurangi keputusan spekulatif.<\/p>\n<p data-start=\"4763\" data-end=\"4981\">Dengan ekosistem <strong><a href=\"https:\/\/dazo.id\/ai-chat\/\">Chatbot AI<\/a>, <a href=\"https:\/\/dazo.id\/order-management-system\/\">Order Management System<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/tokodigital\/\">Toko Digital<\/a><\/strong>, setiap interaksi pelanggan terhubung dalam satu alur. Data tidak tercecer, <em>insight<\/em> tidak terlambat, dan rekomendasi terkait apa yang perlu dilakukan tersedia saat dibutuhkan. Pendekatan ini membangun kecerdasan kolektif dalam bisnis. Karena setiap interaksi dengan pelanggan memperkaya sistem.<\/p>\n<p data-start=\"4763\" data-end=\"4981\"><a href=\"https:\/\/wa.me\/6282299993245?utm_source=blog_dazo_id&amp;utm_medium=banner_artikelPA&amp;utm_campaign=lead_november25&amp;utm_content=click_banner1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-2881 size-full\" src=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Problem-Awareness-AI.png\" alt=\"Banner Campaign Nov 1 2025\" width=\"1231\" height=\"173\" srcset=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Problem-Awareness-AI.png 1231w, https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Problem-Awareness-AI-300x42.png 300w, https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Problem-Awareness-AI-1024x144.png 1024w, https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Problem-Awareness-AI-768x108.png 768w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><\/p>\n<h2 data-start=\"5138\" data-end=\"5151\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"4998\" data-end=\"5237\">Bisnis yang paling mengenal pelanggannya adalah bisnis yang akan memenangkan pasar. <em>Customer intelligence<\/em> mengubah percakapan harian menjadi bahan bakar keputusan strategis, memastikan setiap langkah didukung oleh data nyata, bukan asumsi.<\/p>\n<p data-start=\"5239\" data-end=\"5517\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">Jika Anda ingin membangun infrastruktur AI Bisnis Assistant yang mampu mengelola interaksi pelanggan, penjualan, dan operasional secara terpadu, <strong>Dazo<\/strong> siap membantu melalui <strong><a href=\"https:\/\/dazo.id\/ai-chat\/\">Chatbot AI<\/a>, <a href=\"https:\/\/dazo.id\/order-management-system\/\">Order Management System<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/dazo.id\/tokodigital\/\">Toko Digital<\/a><\/strong> yang dirancang untuk pertumbuhan jangka panjang.<\/p>\n<h2 data-start=\"5519\" data-end=\"5555\"><strong>FAQ\u00a0<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"5557\" data-end=\"5722\"><strong data-start=\"5557\" data-end=\"5605\">Apa perbedaan <em>Customer intelligence<\/em> dan CRM?<\/strong><br data-start=\"5605\" data-end=\"5608\" \/>CRM mencatat data statis, sedangkan <em>customer intelligence<\/em> menganalisis perilaku dan niat pelanggan secara dinamis.<\/p>\n<p data-start=\"5724\" data-end=\"5875\"><strong data-start=\"5724\" data-end=\"5786\">Apakah <em>customer intelligence<\/em> hanya untuk perusahaan besar?<\/strong><br data-start=\"5786\" data-end=\"5789\" \/>Tidak. UMKM juga dapat memanfaatkannya melalui sistem berbasis chat yang terintegrasi.<\/p>\n<p data-start=\"5877\" data-end=\"6004\"><strong data-start=\"5877\" data-end=\"5929\">Bagaimana data chat bisa menjadi insight bisnis?<\/strong><br data-start=\"5929\" data-end=\"5932\" \/>Dengan analisis sentimen, pola percakapan, dan integrasi data transaksi.<\/p>\n<p data-start=\"6006\" data-end=\"6159\"><strong data-start=\"6006\" data-end=\"6061\">Apakah <em>customer intelligence<\/em> mendukung otomatisasi?<\/strong><br data-start=\"6061\" data-end=\"6064\" \/>Ya. Sistem modern tidak hanya menganalisis, tetapi juga merekomendasikan dan mengeksekusi aksi.<\/p>\n<h2 data-start=\"6006\" data-end=\"6159\">Referensi<\/h2>\n<p><em>Ejaz, U, Gimah, M (2024). Sentiment Analysis to Detect Churn Signals<\/em><\/p>\n<p><em>Widening Gap Between Consumer Expectations and Reality in Personalization Signals Warning for Brands, Accenture Interactive Research Finds, 2018 (newsroom.accenture.com)<\/em><\/p>\n<div>\n<div><em>The future of personalization\u2014and how to get ready for it, 2019 (mckinsey.com)<\/em><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Di tahun 2026, menebak tren hanya berdasarkan intuisi adalah risiko besar. Pasar bergerak terlalu cepat, dan pelanggan sudah memberi sinyal jelas setiap hari melalui chat, terutama di WhatsApp. Jika bisnis Anda masih mengandalkan laporan bulanan atau survei sesekali, ada jarak waktu yang berbahaya jika didiamkan begitu saja antara apa yang pelanggan rasakan dan keputusan yang &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/chatbot\/customer-intelligence\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Customer Intelligence: Cara Cerdas Pahami Keinginan Pasar&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[642],"tags":[680,681,388,595],"class_list":["post-3420","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-chatbot","tag-analisis-perilaku-konsumen","tag-customer-data-insight","tag-data-driven-marketing","tag-strategi-retensi-pelanggan"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221.webp",1920,800,false],"landscape":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221.webp",1920,800,false],"portraits":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221.webp",1920,800,false],"thumbnail":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221-300x125.webp",300,125,true],"large":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221-1024x427.webp",525,219,true],"1536x1536":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221-1536x640.webp",1536,640,true],"2048x2048":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221.webp",1920,800,false],"twentyseventeen-featured-image":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221.webp",1920,800,false],"twentyseventeen-thumbnail-avatar":["https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/221-100x100.webp",100,100,true]},"rttpg_author":{"display_name":"Kanya T","author_link":"https:\/\/dazo.id\/blog\/author\/kanya\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/dazo.id\/blog\/chatbot\/\" rel=\"category tag\">Chatbot AI<\/a>","rttpg_excerpt":"\u00a0Di tahun 2026, menebak tren hanya berdasarkan intuisi adalah risiko besar. Pasar bergerak terlalu cepat, dan pelanggan sudah memberi sinyal jelas setiap hari melalui chat, terutama di WhatsApp. Jika bisnis Anda masih mengandalkan laporan bulanan atau survei sesekali, ada jarak waktu yang berbahaya jika didiamkan begitu saja antara apa yang pelanggan rasakan dan keputusan yang&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3420"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3420\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3422,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3420\/revisions\/3422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dazo.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}